H. Luruh Sayono, SH : Pembudayaan Kejuangan Bercermin Pada Kepahlawanan Kyai Makmur Bupati Pemalang 1945

“Perlu dipahami dan diingat bahwa Bangsa Indonesia memperoleh Kemerdekaan setelah melalui perjuangan yang tak kenal lelah dan penuh pengorbanan dari para pahlawan dan para pejuanganya,” lanjutnya.

Sebagai Ketua DHC 45 Kabupaten Pemalang, dimana DHC 45 yang mempunyai tugas salah satunya membudayakan kejuangan nilai-nilai luhur 45 ini berharap bahwa pengorbanan dan semangat juang para pahlawan itu harus tetap dibina dan hidup dalam sanubari para penerus bangsa. Merdeka bukan berarti berhenti berjuang sebab berjuang di era globalisasi saat ini sama beratnya dengan berjuang pada saat mengusir para penjajah.

Obrolan menjelang siang dengan angin sepoi yang menerpa teras samping rumah H. Luruh ini semakin asik. Ketela dan pisang rebuspun dipiring sudah tinggal separo. Dalam obrolan ini Ketua DHC 45 BKP Kabupaten Pemalang mulai menjelaskan peran para pejuang di Kabupaten pemalang diseputar tahun 1945 -1949.

Dimana kabupaten Pemalang masuk dalam peristiwa besar yakni Peristiwa Tiga Daerah. (Sebagaimana di tulis oleh Anton E. Lucas dalam one soul one struggle, Peristiwa Tiga Daerah).

Pak Ketua dengan gamblang menceritakan satu sisi perjuangan para pahlawan di Kabupaten Pemalang ketika mempertahan Kemerdekaan 1945.

“Tiga bulan setelah Indonesia Merdeka tepatnya pada tanggal 19 Oktober 1945 terjadilah Peristiwa 3 (tiga) daerah yaitu Kabupaten Brebes, Tegal dan Pemalang,” katanya ketika mulia menceritakan serunya peristiwa Tiga Daerah.

Di Kabupaten Pemalang terjadi pengepungan Pendopo Kabupaten Pemalang oleh 15 (lima belas) orang pemuda yang dipimpin oleh saudara Sumargo dan Rustamadi, mereka menangkap dan memenjarakan Bupati Pemalang saat itu Raden Tumenggung Aryo Surohadikusuma (1941-1946) dan Patihnya Raden Sumarto.

Esok harinya tanggal 20 Oktober 1945 terjadilah Rapat Umum di Alun-Alun Pemalang, Supangat mengangkat dirinya sebagai Bupati, dan Dokter Wuryawan diangkat sebagai Patih, serta Suyatno sebagai Sekretaris, dimana pada tanggal 29 Oktober 1945 diadakan Pelantikan oleh Mr. Martokusumo, Residen Pekalongan.

https://www.g-news.id/gnews/158739965/h-luruh-sanyoto-pembudayaan-kejuangan-bercermin-pada-kepahlawanan-kyai-makmur-bupati-pemalang-1945?page=2

Tinggalkan Balasan