Napak Tilas Sejarah Perjuangan Rakyat Tulis, Menelusuri Titik-titik Sejarah di Batang

Sebanyak 225 masyarakat dari lintas profesi di Batang dan sekitarnya mengikuti Napak Tilas VII Perjuangan Rakyat Tulis.

Kegiatan ini bertujuan untuk menelusuri sejumlah titik sejarah di Batang, termasuk monumen perjuangan Rakyat Tulis dan tugu juang di Makam Simbang Desa.

Monument perjuangan Rakyat Tulis didirikan untuk mengenang pertempuran melawan penjajah di Jembatan Sasak Desa Simbang Desa di Sungai Kaliboyo.

Kegiatan Napak Tilas ini digelar oleh Dewan Harian Cabang Badang Penerus Kejuangan ’45 (DHC BPK ’45) Kabupaten Batang dan RACIKA PALM Batang.

Peserta terdiri dari berbagai usia, mulai dari yang termuda berusia 6,5 tahun hingga yang tertua berusia 82 tahun.

Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 1-2 Juni, dengan rute yang meliputi Pendopo Kecamatan Tulis, Monumen Alutsista, dan kembali ke Pendopo Kabupaten Batang.

“Jumlah peserta 225 orang yang berasal dari Jakarta, Bogor, Kerawang, Brebes, Banjarnegara, Magelang, Pekalongan, Demak, Jepara termasuk dari Batang,” jelas Ketua DHC BPK ’45, Soetadi.

Dijelaskannya, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila ( 1 Juni) dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (5 Juni).

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penghayatan akan perjuangan rakyat Tulis khususnya dan perjuangan Batang umumnya.

Serta menumbuhkembangkan jiwa semangat dan nilai-nilai kejuangan ’45 bagi generasi sekarang dan persatuan lintas generasi.

“Kami juga berharap kegiatan ini bisa mendukung pelestarian lingkungan hidup, karena kami juga ada kegiatan penanaman mangrove di Kawasan Pantai Sigandu, dan mengenalkan potensi wisata Kabupaten Batang,” pungkasnya. (*) Sumber: Tribun Pantura

https://pantura.tribunnews.com/2024/06/04/napak-tilas-sejarah-perjuangan-rakyat-tulis-menelusuri-titik-titik-sejarah-di-batang

Tinggalkan Balasan